CARA MUDAH BELAJAR RUNNING TEXT LED

CARA MUDAH BELAJAR RUNNING TEXT LED

Bagi anda yang masih awam tentang running text dan ingin belajar atau sekedar ingin mengetahui tentang running text, artikel kali ini akan menjelaskan CARA MUDAH BELAJAR RUNNING TEXT LED dari nol. Tidak perlu harus mahir betul menguasai elektronika bahkan coding software untuk bisa merakit running text. Running text sangat mudah sekali tinggal merakit kabel, dan mengoperasikanya via aplikasi atau software yang sangat user friendly.

Secara umum dasar untuk mengetahui tentang running text adalah :

  • PART RUNNING TEXT
  • ASSEMBLY
  • SOFTWARE

PART RUNNING TEXT

Untuk Part Running Text terdiri dari 3 bagian (part) saja, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Power Suplay (PSU)
  • Kontrol Card
  • Modul Led Matrik

3 komponen tersebut diataslah yang digunakan untuk menyusun (dirakit) menjadi running text. Kami akan jelaskan satu persatu tentang komponen (part), baik dari kemmpuan part dan sistem kerjanya.

Power Suplay (PSU)

Dari namanya jelas bahwa komponen ini fugsinya adalah sebagai sumber tegangan (catu daya) untuk running text. Power suplay (adaptor) ini difungsikan untuk merubah dan menurunkan tegangan, yaitu dari AC 220 menjadi DC 5 Volt. Perlu anda ketahui bahwa banyak sekali macam jenis Power Suplay (switching) dipasaran, dengan berbagai merk dan ukuran masing – masing yang beda. Namun PSU yang digunakan untuk Running Text yang perlu anda ingat adalah 5VDC saja, jangan yang lebih dari itu karena modul led matrik dan kontrol running text bisa terbakar. Konsumsi yang dibutuhkan running text adalah sebesar 5VDC saja.

Setelah mengetahui ukuran voltagenya dari PSU sekarang kita bahas tentang nila ampernya. Bagaimana cara kita mengetahui berapa nilai ampere yang kita butuhkan dalam merakit Running text. PSU yang rata – rata ada di pasaran yang sering digunakan untuk running text adalah : 5VDC 10 A, 5VDC 20A, 5VDC 40 A, 5VDC 60 A, atau bahkan ada yang lebih tinggi dari itu.

Jelas masing – ukuran memiliki kapasitas sendiri – sendiri sesuai konsumsi arus yang dibutuhkan. Lantas bagaimana cara kita mengetahui kebutuhan konsumsi arus untuk running text, sehingga kita memilih dengan tepat besaran ampere yang digunakan? sebagai contoh untuk menyalakan satu modul led matrik konsumsi arus yang dibutuhkan adalah 2 A, jadi jika ingin merakit modul led matrik menjadi running text, tinggal hitung jumlah modul led matriknya kemudian kalikan 2 A saja. Misalkan kita buat susunan running text terdiri dari 3 modul led matrik atau dalam ukuran running text disebut 16 x 96. Untuk ukuran kita bahas nanti. 

Dari jumlah tersebut kita sudah mengetahui untuk menyusun 3 modul led matrik konsumsi arus yag dibutuhkan adalah 6 A. Oleh karena itu kita pilih PSU yang besaran ampernya diatasnya 6 A yang mendekati yaitu 10 A, jangan besaran ampere yang kurang dari 6 A, karena arus kurang running text tidak akan bekerja dengan baik atau bahkan tidak nyala, dan seandainya pun dipaksakan dan kebetulan nyala resikonya PSU cepat panas dan terbakar. Jadi yang kita pilih adalah besaran Ampere yang diatasnya.

KONTROL CARD RUNNING TEXT

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *